Gigi Pertama Ruwaid

21.12.00



Sudah satu pekan ini Ruwaid tidak enak badan, pengaruh tumbuh gigi bawaannya jadi galak banget. Senggol dikit langsung ngambek. Berapa kali saya kecolongan pas lagi tidur-tiduran tangan saya digigit, jadi gemas sendiri lihat Ruwaid dan giginya yang gatal. 

Kata ibu saya, dulu saya kalau tumbuh gigi sampai pinggiran lemari pun saya gigiti, haha. Jadi kelihatan buah emang nggak jatuh jauh-jauh dari pohonnya, Ruwaid bisa jadi ngikutin saya, sampai piringnya pun dia gigiti.

Gigi pertama Ruwaid tumbuh saat usianya masuk tujuh bulan, untuk periode pertama ini terkesan 'kalem' tahu-tahu langsung muncul empat biji, nggak ada demam atau tanda-tanda tumbuh gigi. Yang satu pekan terakhir ini (periode kedua) terbilang lebih berat dari yang pertama karena Ruwaid bawaannya lemas, suhu badannya naik, sempat beberapa kali menolak saya susui, malamnya rewel luar biasa. Tapi alhamdulillahnya masih mau makan seperti biasa walaupun sering meminta untuk memegang sendok dan piringnya sendiri.

Pengalaman seminggu ini menemani Ruwaid dan gigi barunya, awalnya sempat kuatir saat suhu badan Ruwaid melewati suhu 38.5 C. Tapi kekuatiran saya perlahan berkurang saat melihat gejala yang Ruwaid tunjukan bukanlah sakit yang mengkuatirkan, ya, tumbuh gigi dan gejala-gejalanya sebenarnya normal saja. Seperti,

1. Susah tidur

Ruwaid adalah tipikal anak yang tidur cepat dan nggak bangun-bangun sampai pagi, saat tumbuh gigi pola tidurnya berubah total, bahkan bisa dibilang kurang tidur di malam hari, bawaannya rewel. Hal ini wajar karena saat anak tumbuh gigi banyak pergerakan di antara tulang rahang di antara gigi geligi itu sendiri.

2. Galak

Hihi. Cepat marah. Banget. Mungkin faktor rasa nyeri yang ia rasakan, ditambah lagi di malam hari kurang tidur.

3. Senang menggigit

Apa saja digigitin, hal ini dilakukan bayi untuk melawan rasa tidak nyaman pada gusinya.

4. Liurnya jatoh-jatoh

Hal ini wajah kok saat ada rangsangan di dalam mulut, termaksud tumbuh gigi. Yang harus diperhatikan jangan sampai liurnya mengenai leher karena bisa menimbulkan ruam.

5. Demam

Ini sempat membuat saya kuatir, dan kepikiran mau ke dokter karena saya pernah membaca artikel bahwa demam bukanlah karena tumbuh gigi. Walaupun banyak bayi yang suhu badanya naik saat tumbuh gigi, bahkan ada yang terkena diare dan batuk. Intinya orang tua harus memahami bahwa si anak sedang berjuang melawan rasa nyeri saat tumbuh gigi.

Gejala-gejala di atas jadi penting untuk diketahui terutama ibu baru seperti saya, tujuannya biar nggak panikan, hehe, dan bisa ditangani sebaik mungkin.

Dari buku Growing up usia 0-12 bulan dipaparkan kiat untuk meringankan 'penderitaan' bayi saat tumbuh gigi.

1. Bersihkan liurnya jangan sampai lelehan liurnya mengenai leher karena bisa menimbulkan ruam.
2. Berikan teether untuk memanjakan calon giginya.
3. Gosok atau pijat gusinya dengan jari yang bersih atau gel pereda rasa nyeri gusi bayi.
4. Berikan obat pereda rasa nyeri dari dokter. Lakukan hanya jika diperlukan terutama agar bayi bisa tidur di malam hari.

Beda anak juga beda pasti cerita tumbuh giginya, yang pasti orang tuanya harus setia selalu mendampingi tumbuh kembangnya, dan tahu bagaimana bersikap saat ada yang 'baru' pada anak-anaknya. 

Salam,





You Might Also Like

2 comments

  1. Assalamualaikum Ruwaid sholeh nan ganteng.... Iih lucu bangad kamuuuuh....!!!

    BalasHapus

I'm Proud Member Of